Selasa, 23 April 2019

PEMBUATAN TUGAS KLA PENGAMATAN UENO PARK

Sebelum berangkat ke Jepang, Dosen yang memiliki sangkutannya dengan KLA memberikan briefing tentang apa saja yang akan di lakukan disana termasuk tugas yang harus di kerjakan dan membagi kelas kedalam 2 kelompok yaitu: Kelompok 2121 Design Building dan Ueno Onshi Park, dalam pembagian kelompok tersebut saya mendapat kelompok yang mengamati Ueno Onshi Park. Sebelum pembuatan video, kelompok kami melakukkan diskusi tentang struktur kelompok yaitu untuk pembagian tugas seperti produser, reseach, creative, editor, kameramen, penulis naskah, narator dan kru, Dan saya mendapati tugas di bagian research bersama beberapa teman saya di dalam kelompok, tugas saya yaitu mencari data yang terkait dengan Ueno Onshi Park seperti Sejarah, Peraturan, Kegiatan dan lain lain, setelah data terkumpul tiba saatnya saya dan teman-teman yang lain berangkat ke jepang.
Pada saat hari pertama kami sampai di jepang pada pagi hari, kami langsung menuju Gunung Fuji untuk sekedar berfoto disana, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami menuju destinasi kami selanjutnya.



Dihari kedua disitulah kami melakukan pengamatan di Ueno Onshi Park disana juga kami membagi-bagi daerah pengamatan karena Ueno Onshi Park sangat luas, sehingga kita membagi setiap kelompok kedalam 3 orang dan setiap 1 orang membawa kamera, pada saat itu saya bersama dengan faisal dan tania mendapati bagian

Benten Temple di Ueno Onshi Park, di tempat itulah kami melakukan pengamatan, dimulai dari keadaan sekitar sampai ke jumlah pengunjung, Benten Temple berada tepat di selatan Ueno Onshi Park, Benten Temple di kelilingi Oleh Danau yang sangat luas, di Danau tersebut terdapat Ikon Koi yang ukurannya besar-besar selain itu juga ada wahana perahu untuk bisa menikmati suasana di Danau disana kami merekam dan memfoto beberapa keunikan yang merupakan ciri khas dari jepang. Setelah selasai dari Benten Temple kemudian kami berkumpul di air mancur yang masih berada di area sekitar Ueno Onshi Park, sebelum menuju kesana kami melihat pemandangan pohon sakura yang sedang berbunga

Sesampainya di air mancur kami pun berfoto dahulu untuk menunggu teman-teman yang lain, setelah itu kami pun menuju bisa untuk ke destinasi selanjutnya. Setelah selesai KLA beberapa hari kemudian kami berkumpul untuk berdiskusi bagaiman tugas pengamatan ini nantinya, melakukan progres tahap demi tahap untuk hasil yang memuaskan, pada saat progres ini, kami mendapati banyak kendala, dimulai dari beberapa penulisan yang tidak benar dan hal hal lainnya, namun kami pun segera membenarkannya. Kemudian kelompok kamipun disuruh untuk menampilkan beberapa hasil vidionya ke dospem untuk di koreksi dan alhasil memang beberapa ada yang tidak sesuai dengan keinginan namun kami pun segara membenarkannya dan berdiskusi kembali, Alhamdulillah kelompok kami sedang mengerjakannya agar cepat terselesaikan dengan baik untuk memperoleh nilai yang maksimal

Selasa, 02 April 2019

KULIAH LAPANGAN ARSITEKTUR JEPANG


PERJALANAN KLA JEPANG

Nama : Dandi Putra Nugraha Winardi
NPM : 21316686
Kelas : 3TB03
Matkul : Studi Ekskursi

KATA PENGANTAR
 

Universitas Gunadarma khususnya jurusan Arsitektur setiap tahunnya mengadakan ( Kuliah Lapangan Arsitektur ) KLA. Dikarenakan perkembangan bidang Perancangan bangunan di dunia yang kreatif dan sangat cepat, maka di dunia pendidikan khususnya dalam bidang arsitektur, landscape, dan urban design selalu meningkatkan dalam penguasaan pengetahuan dengan melakukan kegiatan yang dapat menambah wawasan baik itu dari segi perkembangan arsitektur dari masa lalu hingga sekarang terkait dengan karya-karyanya, salah satu kegiatan tersebut adalah dengan melakukan kunjungan secara langsung dan mengeksplorasi lingkungan perkotaan, arsitektur dan landscape di luar Indonesia.

PENDAHULUAN

Jepang memiliki Arsitektur tradisional yang di tandai oleh banyaknya penggunaan struktur kayu, kan beberapa ciri khas tertentu yang memiliki keuinkan tersendiri khususnya di wilayah asia. Namun kini Arsitektur Jepang telah memasukkan unsur unsur arsitektur gaya Barat, modern, dan post modern ke dalam desain dan konstruksinya, dan saat ini merupakan acuan dalam desain arsitektur mutakhir dan berteknologi tinggi terutama pada struktur anti gempanya.
Objek pengamatan yang menjadi fokus studi ini adalah pada arsitektur, landscape, dan lingkungan kota / urban design. Tema yang diangkat adalah Unity of Old and New Architecture. Tema ini mengangkat perjalanan sejarah arsitektur di Jepang dan nilai budaya yang dipertahankan hingga perkembangannya sampai saat ini. Tema ini dipilih karena pada skala arsitektur, landscape dan urban sangat berkaitan erat, mengingat kondisi kota-kota besar di Indonesia terlihat belum terhubungkan kuat antara ketiga hal di atas (arsitektur, landscape dan urban). Namun, di negara ini akan mudah ditemukan ketiga hal ini.
Profil Negara Jepang (Japan) – Jepang adalah sebuah negara Kepulauan yang terletak di Benua Asia bagian Timur (Asia Timur). Sebagai Negara Kepulauan, Jepang memiliki sekitar 6.852 pulau besar maupun kecil. Pulau-pulau utama Jepang diantaranya adalah Pulau Hokkaido, Pulau Honshu, Pulau Shikoku dan Pulau Kyushu. Jepang juga merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia yaitu sekitar 29.751 km2. Pulau Honshu merupakan pulau Terbesar di Jepang. Ibukota Jepang yaitu Kota Tokyo terletak di Pulau Honshu ini.
Saat ini, Jepang merupakan Negara yang menduduki urutan ketiga sebagai Negara dengan Ekonomi terbesar setelah Amerika Serikat dan China (Tiongkok). Pendapatan Domestik Bruto atau PDB Nomimal Jepang adalah US$ 5,443 triliun dengan Pendapatan Per Kapita sebesar US$42.900,-. Namun saat ini Jepang juga mengalami permasalahan penurunan jumlah penduduk, angka kelahiran Jepang hanya mencapai 7,5 bayi per 1000 penduduk sedangkan angka kematiannya adalah 9,9 kematian per 1000 penduduk. Dengan demikian tingkat pertumbuhan penduduk Jepang adalah Negatif yaitu sekitar -0,24% (data tahun 2018).
HARI AWAL KEBERANGKATAN
Pada tanggal 9 Maret 2019 saya berserta teman-teman batch 1 berangkat menuju jepang melalui Bandara Soekarno-hatta pukul 23.50, Perjalanan menuju ke jepang memakan waktu cukup lama yaitu 7 jam setelah  sampai jepang pada pagi hari tepatnya di Bandara Haneda saya dan kelompok batch 1 segera ke bagian imigrasi. Setelah itu kami segera melakukan perjalanan menuju ke gunung tertinggi di jepang yaitu gunung fuji menggunakan transportasi bis selama dalam bis saya melihat beberapa pemandangan yang sangat berbeda dengan Indonesia. Sebelum pencapaian menuju ke gunung fuji kami berhenti untuk istirahat di rest area, Hal yang pertama saya rasakan adalah hawa dingin yang tidak pernah saya alami sebelumnya yaitu memilki suhu kurang lebih -15°c.
Setelah sesampainya di gunung fuji saya melihat dan meresakan sesuatu yang tidak ada di Indonesia yaitu salju, Pada saat itu saya dapat merasakan bagaimana tekstur dari salju. Suhu di gunung fuji sekitar -2°c - 4°c pada saat itu saya sangat kedinginan ditambah baju hangat / jaket saya tertinggal di dalem bis sehingga menambah hawa dingin disana. Selanjutnya dari Gunung Fuji kami menuju ke hotel untuk istirahat dan mempersiapkan hari esok.
HARI KEDUA
Dihari kedua pada pukul 08.00 setalah sarapan kami bersiap siap melakukan perjalanan menuju nagakin capsule building menggunakan bis kemarin. The Nakagin Capsule Tower merupakan gedung perumahan dan gedung perkantoran dirancang oleh arsitek Kisho Kurokawa dan terletak di Shimbashi, Tokyo, Jepang. Selesai dibangun pada 1972, gedung ini adalah contoh yang dibangun dalam langkah untuk mewujudkan pertumbuhan Negara Jepang. Sekaligus menjadi sebuah gerakan untuk simbol dari kebangkitan pasca perang budaya Jepang. Gedung itu contoh pertama di dunia arsitektur kapsul yang dibangun dalam penggunaan aktual. Bangunan ini masih digunakan pada 2010, namun kini telah rusak.Bangunan ini sebenarnya terdiri dari dua menara beton yang saling berhubungan, masing-masing sebelas dan tiga belas lantai.
Kapsul dapat dihubungkan dan dikombinasikan untuk menciptakan ruang yang lebih besar. Setiap kapsul terhubung ke salah satu dari dua poros.

Setelah dari nagakin kapsul building kami berangkat menuju 2121 Design Sight yang memakan waktu perjalan 25-30 menit, setalah sampai kami turun tepat di samping taman Hinokicho yang bersebelahan dengan 2121 Design Sight yang dimana terdapat banyak sekali vegetasi yang sangat tertata rapi begitu juga dengan beberapa elemen pendukung yang terdapat di taman seperti kolam air dan sirkulasi yang baik. Dimana banyak terdapat masyarakat yang menggunakan tempat tersebut untuk rekreasi dan olahraga ( jogging ). Karena hanya kelompok tertentu yang melakukan pengamatan saya lebih lama menghabiskan waktu di Hinokicho parknya.
Setelah Kelompok tertentu melakukan observasi kami melanjutkan perjalan ke Cocoon Tower yang berada di salah satu perempatan di Shinjuku, Desain dari bangunan ini mengadaptasi dari sebuah kepompong di tempat ini kita diberi kesempatan untuk berfoto selama 10 – 15 menit.


Selesainya dari Cocoon Tower kami melanjutkan perjalan ke Imperial Palace di Chiyoda, Tokyo kami berada di Imperial Palace sekitar 30 menit. Di imperial Palace terdapat sebuah kastil yang bernama Edo Kastil dan taman yang sangat besar. Dimana di taman tersebut memeliki tema luas dimana pepohon peneduhnya lebih sedikit dan lebih di dominasi tanaman yang memiliki ketinggian sedang selain itu juga terdapat sebuah parit di area sekeliling kastilnya yang di hubungkan oleh jembatan Nijubashi.




Pada Pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan menuju ke Ueno Onshi Park yang dimana tempat ini juga menjadi tempat observasi kelompok saya. Ueno Park adalah taman umum yang berada di kawasan Ueno, distrik Taito-ku, Tokyo, Jepang. Nama resminya adalah Taman Ueno Pemberian Kaisar (Ueno onshi koen). Ueno Park juga merupakan taman paling populer di Jepang yang menarik lebih dari empat belas juta pengunjung di setiap tahunnya. Baik siang ataupun malam, taman ini selalu ramai pengunjung. Taman seluas sekitar 530 ribu meter persegi ini dikelola 
Dinas Pekerjaan Umum Tokyo. Di tempat ini kita dapat menikmati bunga sakura
Di Ueno Park juga terdapat danau dan kolam yaitu tepatnya berada di benten-do Temple yang tepat berada di bawah Ueno Park Selain itu juga terdapat air mancur di tengah taman Ueno Park
Sekian cerita saya melakukan kegiatan KLA, Terima kasih